Tempat Makan Tempat MakanTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
food

Warung Seafood Pinggir Pantai Krui: Tempat Makan Murah yang Bikin Nagih

Nikmati seafood segar harga merakyat di Krui. Temukan rekomendasi warung pinggir pantai yang pas di kantong dan bikin kenyang.

5 Apr 2026 · 2 menit baca · oleh Joko Pratama
Warung Seafood Pinggir Pantai Krui: Tempat Makan Murah yang Bikin Nagih

Sore itu saya baru selesai main di Pantai Tanjung Setia, Krui. Perut mulai keroncongan. Dompet tinggal dua lembar dua puluh ribuan. Biasanya kalo lagi irit, saya langsung meluncur ke warung Mbak Yuni di ujung jalan pesisir. Namanya Warung Seafood Cak Yuni — tempat makan murah favorit warga lokal yang jarang masuk buku panduan wisata. Di sini, porsi besar, harga kantong pelajar, dan rasanya nggak kalah sama restoran mahal.

Tips Berburu Tempat Makan Murah di Krui

Banyak yang mengira Krui cuma punya penginapan elite sama kafe mahal untuk peselancar. Padahal, kalo tahu tempatnya, kita bisa makan seafood segar dengan harga jauh di bawah rata-rata. Kuncinya hindari warung di jalan utama dekat hotel berbintang. Justru yang paling enak dan murah itu warung kaki lima di dalam perkampungan nelayan atau di pinggir pantai yang agak terpencil Detail teknisnya saya rapikan di tempat makan.

Warung Cak Yuni misalnya, gak punya papan nama besar. Cuma tenda biru dan meja plastik. Tapi menu andalannya — cumi goreng tepung, ikan bakar bumbu kuning, dan udang saus padang — selalu habis sebelum jam tujuh malam. Satu porsi nasi dengan tiga lauk dan sayur lalap cuma 25 ribu rupiah. Bandingkan dengan restoran di pusat kota yang bisa 80-100 ribu untuk menu serupa.

Selain Cak Yuni, ada Warung Lesehan Pakde di dekat Pelabuhan Krui. Spesialisasinya pepes ikan tongkol dan sambal terasi yang pedasnya bikin keringatan. Harganya lebih murah lagi: 20 ribu udah dapet nasi, pepes, sambal, dan sayur asem. Pemiliknya, Pakde, bilang resepnya udah diwariskan tiga generasi nelayan.

Yang perlu diingat, tempat makan murah di Krui biasanya buka cuma saat musim panen ikan (Oktober–Maret). Di luar musim, harga bisa naik sedikit karena pasokan terbatas. Tapi tetap lebih murah dibanding kota besar seperti Bandar Lampung. Saya sendiri lebih suka datang saat sore, karena udara pantai masih sejuk dan kita bisa lihat langsung nelayan membongkar hasil tangkapan. Emang seru banget liat aktivitas mereka.

Nah, kalo penasaran dengan kuliner khas Lampung lainnya, Wikipedia tentang Masakan Lampung bisa jadi bacaan ringan. Tapi yang paling penting, jangan ragu bertanya pada penduduk lokal. Mereka biasanya tahu warung-warung tersembunyi yang menunya pas di lidah dan di kantong. Selamat mencoba!

Referensi: sumber resmi

Tag: #tempat-makan-murah #kuliner-krui #seafood-murah #warung-tepi-pantai